Pupuk Kandang Kambing

Pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Jenis hewan di Indonesia yang paling umum diambil kotorannya sebagai pupuk di antaranya: kambing/domba, ayam, burung,  dan sapi/kerbau. Kali ini kita akan membahas lebih terperinci tentang pupuk kandang dari kotoran kambing.

Karakteristik Pupuk Kandang Kambing

Kotoran kambing biasanya berbentuk bundar kecil-kecil. Dalam keadaan basah, kotoran kambing bertekstur lunak, berwarna hijau gelap, dan beraroma kurang sedap. Tetapi, jika sudah cukup lama ada di penampungan, teksturnya bisa berubah menjadi keras, warnanya lebih terang, dan baunya relatif berkurang bahkan tidak berbau sama sekali.

Kotorang kambing yang masih basah tidak cocok dipakai sebagai pupuk, karena di dalamnya masih terdapat bakteri jelek yang justru dapat merusak tanaman. Gangguan yang paling sering terjadi pada tanaman adalah munculnya penyakit, sehingga tanaman gagal untuk tumbuh besar.

Kotoran kambing aman dijadikan pupuk jika sudah berada minimal 1 bulan di penampungan atau jika sudah melewati proses fermentasi tambahan. Dengan fermentasi tambahan, kotoran kambing yang masih mengandung bakteri jelek akan lebih cepat “matang” karena suhu tinggi yang muncul saat proses fermentasi dapat membunuh bakteri jelek dan hanya menyisakan bakteri baik. Proses fermentasi tambahan bisa mempercepat kematangan pupuk hingga dua kali lipat.

Ciri-ciri Pupuk Kandang Kambing Matang

Umumnya, masyarakat perkotaan akan membeli pupuk kandang di tempat penjual tanaman. Supaya tidak keliru dalam memilih pupuk kandang yang baik, perhatikan beberapa ciri berikut ini:

  1. Teksturnya keras (tidak lunak)
  2. Tidak berbau
  3. Warnanya agak keputih-putihan, karena efek fermentasi.

Mudah, ya memeriksa ciri-cirinya.

Pupuk kandang kambing yang sudah matang

Takaran Pemakaian Pupuk

Untuk menanam di dalam pot/polybag, perbandingan pupuk kandang dan tanah sebaiknya minimal 1:1. Jumlah ini akan memadai sebagai pupuk dasar untuk menunjang pertumbuhan tanaman sampai masuk fase berbunga untuk tanaman buah atau fase pembesaran daun untuk sayuran daun. Namun dalam perjalanan, kita juga masih perlu memberikan pupuk tambahan, dan itu bisa diperoleh dari pupuk cair organik. Cara pembuatannya dapat dilihat di SINI.

Membuat campuran media tanam dalam jumlah banyak adalah cara paling efektif. Sesudah media tanam tercampur, barulah kemudian kita masukkan ke dalam pot/polybag.

Selain pupuk kandang, kita juga dapat menambahkan arang sekam/sekam bakar untuk  menjaga kegemburan media tanam. Takaran arang sekam juga sebaiknya dalam perbandingan 1:1:1 antara tanah, pupuk kandang, dan arang sekam.

Selamat menggunakan pupuk kandang kambing! Jika ada pertanyaan, silakan sampaikan di kolom komentar. Jika membutuhkan buku serial bercocok tanam buah bagi pemula, silakan KLIK di SINI. Salam tanam.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *