Category Archives: Sayuran

Cara Membuat Tauge dari Biji Kacang Hijau

Cara membuat tauge dari biji kacang hijau sangat gampang. Bagi Anda penggemar tauge, apalagi saat pandemi seperti sekarang, tidak perlu khawatir akan kesulitan memperoleh sayuran ini di rumah. Modalnya cuma biji kacang hijau kering. Segenggam biji kacang hijau cukup untuk 3-4 porsi tumisan. Bagaimana cara membuatnya? Yuk, simak bareng-bareng!

Alat dan Bahan
1. Saringan plastik
2. Bak penampung
3. Kain kasa/penanak nasi
4. Air

Cara Membuat
1. Cuci bersih 1/2 gelas biji kacang hijau hingga dua kali bilasan.
2. Rendam biji kacang hijau di dalam mangkuk hingga tergenang selama 12 jam, lalu tutup. Proses ini dapat dilakukan pada malam hari.
3. Setelah 12 jam, tiriskan biji, siramkan airnya untuk menyiram tanaman, supaya bermanfaat.
4. Basahi kain kasa, lalu bentangkan di didalam saringan plastik.
5. Tuangkan biji kacang hijau di atas kain kasa, lalu ratakan agar tidak saling menumpuk.
6. Letakkan saringan plastik di atas baskom sebagai bak penampung.
7. Tutup saringan dengan kain tebal atau apapun yang membuat ruangan di dalam saringan menjadi gelap.
8. Siram setiap pagi dan sore, dan hari ketiga atau keempat. sudah bisa dipanen.

Nah, mudah kan membuatnya? Sebenarnya ada banyak cara untuk membuat tauge. Cara ini hanya salah satunya. Semoga menambah referensi bagi Anda semua.

Cara Menanam Kangkung Hidroponik dengan Media Sabut Kelapa

Kangkung sangat mudah ditanam secara hidroponik. Selain arang sekam dan rockwool, media penyangga kangkung dapat dibuat dari sabut kelapa. Bagaimana memanfaatkan sabut kelapa sebagai media tanam biji kangkung? Silakan saksikan tutorialnya dalam video berikut ini:

Cara Menanam Daun Bawang/Bawang Daun dari Batangnya

Asalkan masih berakar, batang bawang daun yang kita beli dari pasar dapat ditanam kembali. Untuk memasak, cukup gunakan 2/3 bagian atau daunnya saja. Supaya tanaman tumbuh bagus, lihat video tutorialnya di bawah ini.


Follow Instagram Taman Lestari @tamanlestariku

Ajak Anak-Anak Menanam Cabai

Bercocok tanam diprediksi akan kembali digemari dan dibutuhkan di masa yang akan datang. Makin berkurangnya lahan pertanian, akan memaksa setiap orang untuk mandiri dalam menyediakan bahan pangan. Persiapkan masa itu dari sekarang, dengan mengenalkan kembali keterampilan bercocok tanam kepada anak-anak.

Buku Aku Bisa Bercocok Tanam Cabai, diperuntukkan bagi anak-anak, agar mereka mengenal tahapan-tahapan bertanam. Buku disertai foto-foto yang menarik dan penjelasan sangat terperici pada stiap tahapan.

Mau beli bibit cabai? Klik di SINI.

 

Cara Menanam Sawi dan Pakchoy Di Pot/Polybag

Cara menanam sawi dan pakcoy hampir sama, karena keduanya  masih satu keluarga. Berikut ini langkah-langkahnya:

TAHAP 1

Siapkan media tanam: tanah, pupuk kandang/kompos, dan arang sekam. Campurkan ketiganya menjadi satu. Perbandingan jumlahnya 1:1:1.

TAHAP 2

Siapkan pot/polybag atau wadah bekas untuk menanam. Pastikan bagian bawahnya berlubang, agar kelebihan air tidak menggenangi akar.

TAHAP 3

Tutup lubang di dalam pot/polybag dengan batu kerikil atau pecahan genting/batu bata agar media tanam tidak keluar dari pot. Tuangkan media tanam yang sudah dicampur tadi ke dalam wadah tanam sampai penuh. Siram hingga benar-benar basah.

TAHAP 4

Taburkan biji sawi atau pakchoy di atas media tanam hingga merata. Cukup sejumput biji untuk ditabur di pot berdiameter 40 cm. Taburkan media tanam tanam halus di atas biji, sehingga seluruh biji tertutup.

TAHAP 5

Siram kembali media tanam di pot hingga merata. Letakkan pot di tempat teduh. Jangan lupa menyiramnya setiap hari, 1-2 kali sehari.

TAHAP 6

Setelah semaian berumur 3 hari dan biji-biji biasanya sudah mulai berkecambah, pindahkan pot ke tempat yang terkena cahaya matahari.

TAHAP 7

Sebagai tahap perawatan, kita hanya perlu menjaga agar tanaman tidak kekurangan air dan cahaya. Sebagai pupuk tambahan, kita bisa menyiramkan air sisa pencucian beras sebagai pengganti air biasa dalam menyiram.

TAHAP 8

Foto: Maya A.P/Taman Lestari

Setelah berumur 3 minggu, sawi atau pakchoy biasanya sudah mulai bisa dipanen secara bertahap. Cabut dulu tanaman yang besar dan sisakan yang masih kecil. Setelah dijarangkan, tanaman yang masih kecil akan tumbuh lebih cepat karena tidak perlu berebut nutrisi.

Jika kita menginginkan sawi/pakchoy yang lebih gemuk, sebaiknya kita menyapih tanaman di umur 1 atau 2 minggu ke dalam wadah tanam lain, sehingga tanaman mendapat pupuk yang optimal.

 

 

 

Cara Menanam Bawang Merah Hidroponik Di Dalam Polybag

eksperimenbawangBenih

Benih yang digunakan berupa umbi. Untuk hasil maksimal, berat umbi minimal 5 gram per-umbi dan kulit umbinya kering. Dengan kata lain, hindari menggunakan bawang yang terlalu mungil sebagai bibitSaya sudah membuktikan perbedaannya.

 Media tanam

Sekam bakar  + cocopeat  (serbuk sabut kelapa) dengan perbandingan 10:1 atau bisa juga 80% : 20%.
Jika alat takar yang kita gunakan berupa ember kecil misalnya, perbandingan takaran itu berarti= 10 ember kecil arang sekam : 1 ember kecil cocopeat.

Fungsi cocopeat adalah sebagai pengikat air agar nutrisi yang disiramkan tidak langsung limpas ke dasar polybag. Mengapa hanya 1 bagian? Karena cocopeat yang terlalu banyak bisa menyebabkan media tanam keseluruhan menjadi terlalu asam, sehingga buruk bagi pertumbuhan tanaman.

Wadah Tanam

Gunakan polybag ukuran 25 cm. Kelebihan polybag: murah, dan sudah ada pori-pori di bagian bawah maupun sampingnya. Pori-pori ini baik untuk memasok oksigen ke akar.

Nutrisi Hidroponik

Nutrisi Hidroponik Sayuran Umbi

Untuk hasil optimal, sebaiknya gunakan Nutrisi Hidroponik Sayuran Umbi. Namun 4 minggu pertama bisa gunakan nutrisi hidroponik sayuran daun dengan perbandingan:
– 2 minggu pertama=> nutrisi:air biasa= 5ml : 1 liter
– 4 minggu berikutnya => naikkan kepekatan nutrisi= 7ml:1 liter

Jika tidak ingin menggunakan nutrisi AB mix, saya rekomendasikan memakai POC (pupuk organik cair) buatan sendiri yang banyak mengandung unsur N (Nitrogen) untuk membantu pertumbuhan daun dan unsur P (fosfor) untuk perakaran.

*Cara pembuatan POC menyusul dalam tutorial berikutnya ya 🙂

Sesudah 1,5 bulan, saya ganti nutrisi dengan bahan organik, yaitu:
– EM4. Perbandingan dengan air biasa=20 ml :1 liter
– POC dari pupuk kandang + sabut kelapa + EM4 + gula pasir

Kedua jenis nutrisi ini saya gunakan berselang-seling, tidak digabung.

 

Cara Menanam

Cara 1:
– Umbi bawang disemai dulu di atas tray semai atau sejenisnya. Media arang sekam. Untuk mengganti tray semai plastik, bisa kita gunakan bekas karton telur.
– Sebelum disemai, ada baiknya ujung atas bawang dipotong sedikit agar merangsang pertumbuhan daun.
– Penyemaian dilakukan dengan terlebih dulu menyiram seluruh permukaan media tanam, baru sesudahnya letakkan umbi bawang.

Dalam 3 hari, akar bawang yang berwarna putih biasanya sudah muncul di pangkal umbi, dan makin lama akan semakin banyak.

Umbi bawang mulai tumbuh dalam semaian. (Foto: Maya A.P/Taman Lestari)

Umbi bawang mulai tumbuh dalam semaian. (Foto: Maya A.P/Taman Lestari)

Jangan lupa untuk menyirami semaian 1 atau 2 kali sehari, tergantung kelembapan udara di daerah masing-masing.

Setelah daun muncul, ambil umbi menggunakan stik es krim atau yang serupa, tepat di sisi media tanam. Seluruh akar dan media tanam harus terangkat semua.

– Tanam bibit di polybag yang sudah diisi campuran arang sekam dan cocopeat.
– Untuk hasil yang maksimal, dianjurkan untuk membenamkan seluruh bagian umbi, sehingga yang terlihat hanya pangkal hingga ujung daun.
– Letakkan polybag di tempat yang teduh selama 1 minggu. Selanjutnya pindahkan ke tempat yang terkena cahaya matahari minimal 8 jam.

– Penyiraman nutrisi dilakukan antara 1-2 kali sehari, tergantung cuaca. Jika panasnya cukup terik, siramlah 2 kali.

 

 

Cara 2
– Umbi bawang tidak disemai dulu tapi tetap bisa dilakukan pemotongan ujung umbi.
– Tanam umbi di polybag sama seperti cara 1, namun umbi belum berdaun.
– Siram umbi bawang dengan air biasa sampai daunnya keluar.
– Ganti cairan untuk penyiraman dengan nutrisi hidroponik sesudah itu. Silakan baca kembali tahapan yag dijelaskan dalam sub tema pupuk.

Masa Panen

menanambawangmera

Hasil panen bawang hidroponik dari polybag. (Foto: Maya A.P/TamanLestari)

Masa panen bawang merah antara 70-100 hari , ditandai dengan daun bawang yang terlihat rebah dan warna mulai agak kekuning-kuningan.

Di daerah panas, bawang bisa dipanen antara 70-80 hari, sementara di daerah bersuhu dingin butuh waktu lebih lama.Video CARA MENANAM BAWANG MERAH HIDROPONIK dilihat di SINI.

Menanam Bayam Petik

bayam-300x244

Saat ini kebanyakan jenis bayam yang dijual di pasar adalah bayam cabut. Umurnya pendek, dan jika dipaksakan terus tumbuh, batang akan cepat mengeras, sehingga tidak enak lagi untuk dimakan. Karena itulah bayam petik menjadi lebih menarik bagi saya, karena ia lebih tahan lama. Daunnya pun lebar, sehingga bisa digunakan sebagai bahan baku keripik dan ketika dimasak sebagai sayur bening, rasanya lebih gurih, serta aromanya juga khas.

Beginilah penampakan bunganya:

Bunga bayam petik
Selain rasanya lebih enak, bayam petik bisa dipanen berkali-kali. Setelah dipetik, akan muncul pucuk baru dengan cabang dua atau tiga. Kita bisa memanennya lagi setelah pucuk-pucuk itu siap panen.