Arsip Kategori: Info Tumbuhan

Daun Ungu dan Khasiatnya

Daun Ungu (Graptophyllum pictum) atau daun wungu, tergolong tumbuhan perdu berumur panjang. Meskipun memiliki nama ungu, namun warna daun tidaklah benar-benar ungu, melainkan kombinasi hijau dan merah tua. Tetapi, ketika daun diseduh atau direbus, warna air rebusan/seduhan biasanya tampak menjadi ungu, dan warna yang tersisa pada daun hanyalah hijau.

Ciri-ciri Morfologis Daun Ungu
Tanda-tanda fisik daun ungu dapat dilihat dalam foto berikut ini:

Daun Ungu
(Foto: www.tamanlestari.com)

Khasiat Daun Ungu
Khasiat paling populer dari daun ungu adalah mengobati atau mengurangi nyeri pada penderita wasir. Akan tetapi, daun ungu sebenarnya memiliki khasiat lain. Apa saja khasiat daun ungu?

  1. Mengobati haid yang tidak lancar. Bagian yang digunakan adalah bunganya. Ambil segenggam bunga yang sudah dikeringkan, seduh dengan lima gelas air panas, minum air seduhan dalam beberapa kali.
  2. Mengobati sembelit. Bagian yang digunakan adalah daunnya sebanyak 7 lembar. Rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa satu gelas. Minum setelah dingin
  3. Mengobati wasir. Cara pembuatan sama dengan poin nomor 2.

Referensi:
Drs. H. Arief Hariana, Tumbuhan Obat dan Khasiatnya, Seri 1 (Jakarta: Penebar Swadaya, 2007)

Cara Menanam “Strawberry” (Stroberi) dari Biji

Menanam strawberry (stroberi) bisa dilakukan dari bijinya. Karena itu, jangan habiskan semua stroberi yang dibeli. Sisakan untuk benih, lalu tanam di dalam pot. Simak 5 langkah mudah menanam strawberry (stroberi) dalam video berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=xlKA0UuXjEI&pbjreload=10

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan klik like atau share pada icon media sosial di bawah tulisan.

Jika ingin membeli buku bertanam stroberi untuk pemula, klik di SINI.

Buku Cara Menanam Semangka

Tentu menyenangkan jika memiliki tanaman semangka di pekarangan. Saat buahnya besar, kita tinggal memanennya. Cara menanam semangka sangat mudah. Tutorial cara menanam semangka dari biji hingga berbuah dapat dibaca di dalam buku, “Aku Bisa Bercocok Tanam Semangka”.

Ingin memesan bukunya?

Harga= Rp. 29.000 (belum termasuk ongkos kirim)
Buku dapat dipesan melalui WA 0896-033-77-414

Buku Cara Menanam Stroberi (Strawberry)

Cara menanam strawberry sebenarnya mudah, namun tetap membutuhkan tutorial terperinci agar hasilnya lebih maksimal. Buku, “Aku Bisa Bercocok Tanam Stroberi” akan sangat membantu Anda untuk menanam strawberry bersama anak-anak. Isinya full color dan kaya dengan foto-foto berkualitas. Cara menanam dijelaskan secara detail setahap demi setahap, dilengkapi foto. Anda dan anak-anak akan senang membacanya.

Ingin memesan bukunya?
Silakan memesan via WA 0896-03377-414
Harga= Rp. 29.000 (belum termasuk ongkos kirim)

Cara Membuat Minyak Wangi dengan Teknik Infus

Untuk membuat minyak wangi dengan teknik infus, bahan utama yang dibutuhkan adalah aneka tumbuhan berkhasiat dan minyak sebagai carrier/perantara dan bahan baku. Cara membuatnya, cukup dengan merendam bahan baku di dalam minyak, selama 1 minggu untuk tumbuhan segar, dan 1-6 minggu untuk tumbuhan yang sudah dikeringkan. Perendaman ini menyebabkan sari-sari tumbuhan turun ke dalam minyak dan melarut.

Jenis minyak yang biasa digunakan sebagai perantara di antaranya: minyak zaitun, minyak sawit, minyak biji anggur, dan minyak kelapa.

Tutorial  cara membuat minyak infus (infused oil), dapat dilihat dalam video berikut:

Cara Membuat Infused Oil

Melanjutkan pembahasan tentang infused oil yang saya tulis di sini, kali ini saya akan berbagi tentang cara pembuatannya. Namun sebelum memasuki tema itu, sedikit perlu saya bercerita, apa sebenarnya tujuan membuat infused oil?

1. Memanfaatkan Kelebihan Panen
Khusus bagi mereka yang suka menanam di rumah, kelebihan hasil panen kadang-kadang sering terbuang, dan jika tidak dipanen juga menyebabkan tanaman terlalu rimbun. Daun sirih misalnya, jika dibiarkan terus tumbuh, daunnya akan mengecil, kusam, dan batangnya pun menjadi lapuk. Namun jika dipanen dan tidak dijual, lantas untuk apa? Paling-paling hanya akan masuk ke tempat sampah. Tentu sayang, bukan? Oleh karena itu, pengetahuan tentang cara mengolah tumbuhan menjadi “produk” yang lebih awet, menjadi penting.

2. Simpanan Obat/Kosmetika
Tanaman yang kita olah menjadi infused oil dapat menjadi cadangan yang berharga untuk kebutuhan keluarga. Beberapa produk komersial yang sebelumnya harus dibeli dengan anggaran tertentu, dapat dipenuhi oleh stok infused oil yang kita buat. Mau tahu apa saja contohnya?

  • infused oil sereh, rosemary, dan lavender: dapat digunakan untuk pengganti lotion anti nyamuk dan minyak urut (bagi yang suka diurut).
  • infused oil sirih: dapat digunakan sebagai pengganti bedak anti gatal.
  • infused oil mawar dan aneka bunga wangi lainnya: dapat digunakan sebagai pengganti lotion penghalus kulit, parfum, dan bahan pembuat sabun alami.
  • infused oil jahe: dapat digunakan sebagai pengganti minyak gosok anti pegal atau diminum sebagai obat batuk.
  • infused oil lengkuas: dapat digunakan sebagai obat memar
  • dll

3. Menjadi Produk Komersial
Produk berbahan alami, tanpa pengawet sintetis sekarang makin diminati. Tentu saja hal itu dipicu oleh makin banyaknya orang yang menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan. Infused oil yang kita buat dapat dijual minimal kepada tetangga atau teman.

Ketiga hal di atas, saya kira sudah cukup  bagus sebagai alasan untuk memulai. Lalu bagaimana cara membuatnya?

Bagaimana Cara Membuat Infused Oil?

Silakan tonton video di bawah ini:

Cara Membuat Kertas Dari Pelepah/Batang Pisang

Setelah buahnya dipanen, batang pisang biasanya dibuang begitu saja, karena memang akan dengan sendirinya terurai di tanah. Akan tetapi, belakangan ditemukan beberapa kegunaan batang pisang, di antaranya sebagai bahan baku kompos kering dan cair, serta dapat diolah menjadi kertas.

Bagaimana membuat kertas dari pelepah pisang? Yuk, simak salah satu metode pembuatannya berikut ini! Kertas yang dihasilkan dengan metode ini akan berupa kertas kasar untuk bahan baku kerajinan.

Bahan dan alat:
1. Batang pisang
2. Pisau
3. Blender
4. Penggiling adonan (roller kayu)
5. Meja atau alas rata lainnya untuk meratakan pulp batang pisang
6. Pewarna makanan atau pewarna tekstil.
7. Plastik bening

Cara membuatnya:
1. Potong-potong batang pisang menjadi potongan kecil, kurang lebih 3×3 cm. Supaya pemotongan lebih mudah, kita dapat melepaskan pelepah batang pisang  menjadi bagian-bagian terpisah. Sesudah itu, barulah melakukan pemotongan dengan ukuran lebih kecil.
2. Jemur selama kurang lebih 1 jam untuk mengurangi kadar airnya.
3. Haluskan batang pisang menggunakan blender, tambahkan sedikit air untuk melancarkan proses penghalusan bahan.
4. Campurkan pewarna dengan kurang lebih 100-200 ml air.
5. Masukkan adonan pulp (bubur) batang pisang hasil pengolahan blender ke dalam cairan pewarna. Aduk rata lalu diamkan selama kurang lebih 15 menit.
6. Saring pulp untuk mengurangi kadar airnya.
7. Siapkan meja atau alas rata, lalu tuangkan pulp di atasnya, sedemikian rupa sehingga merata, sesuai ukuran yang diinginkan.
8. Letakkan plastik bening di atas adonan lalu ratakan pulp menggunakan penggiling roti.
9. Lakukan perataan adonan pulp sampai diperkirakan cukup. Pastikan tidak ada bagian yang masih berlubang.
10. Jemur adonan yang sudah rata itu di bawah sinar matahari langsung selama 3-4 jam atau sampai kering.
11. Setelah kita pastikan kering, lepaskan kertas dari meja penjemur, lalu rapikan sisi-sisinya menggunakan gunting.

Kertas dapat digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan atau sebagai alas “mouse” seperti contoh di dalam foto.

Metode pembuatan kertas dari batang pisang, dengan hasil yang lebih halus, insyaa Allah akan saya tulis dalam artikel yang lain. Selamat mencoba!

Membuat Pupuk Cair untuk Merangsang Pertumbuhan Bunga dan Buah

Foto: tamanlestari.com

Tentu menyenangkan jika  mawar, kemuning, dan tanaman buah kita berbunga banyak.  Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah memberi pupuk tambahan. Anda dapat membuatnya sendiri di rumah, mengunakan bahan-bahan sederhana.  Berikut ini tutorial cara pembuatannya.

Proses pembuatan pupuk cair ini menggunakan metode aerob atau dengan bantuan udara.

Alat:
1. Ember ukuran 5 liter
2. Pisau
3. Talenan
4. Blender (opsional)

Bahan-bahan:
– 300-400 gram kulit pepaya
– 300-400 gram kulit pisang
– 1 liter air kelapa
– 3 liter air sumur
– 3 keping gula merah (kurang lebih 100 gram)
– ½-1 ons tape singkong
– 100 gram daun kipait (insulin)

Cara membuat:
1. Potong-potong kulit pepaya, kulit pisang, dan daun kipait, sehingga berukuran cukup kecil. Untuk memperoleh potongan yang lebih halus, bisa juga menggunakan blender.
2. Tuangkan campuran ketiga bahan itu ke alam ember ukuran 5 liter.
3. Tuangkan air kelapa, irisan gula merah, dan tape yang sudah dihaluskan ke dalam ember
4. Tambahkan 3 liter air sumur (bukan air yang mengandung kaporit)
5. Aduk semua bahan hingga merata
6. Tutup ember dengan kain
7. Biarkan selama 1 minggu.

Catatan:
Aduk larutan setidaknya satu kali dalam sehari lalu tutup lagi.

8. Setelah satu minggu, saring larutan, lalu masukkan cairan ke dalam botol tertutup. Ampasnya dapat dikeringkan sebagai tambahan pupuk kering.

TAKARAN PENGGUNAAN
– Tanaman di dalam pot= 10 ml POC: 1 liter air biasa (seminggu sekali)
– Tanaman yang ditanam di tanah= 20 ml POC: 1 liter air biasa (1-2 minggu sekali).