Arsip Kategori: Artikel

Manfaat Mengkudu

Mengkudu (Morinda citrifolia) adalah tanaman perdu menahun yang tingginya bisa lebih dari dua meter. Tumbuhan ini tergolong liar. Biasanya kita menemukan mengkudu di pinggiran hutan atau kebun. Saat ini, mengkudu menjadi salah satu tumbuhan yang banyak dicari, karena manfaatnya yang besar, terutama bagi kesehatan.

 

Ciri Morfologis Mengkudu
Mari kita lihat foto-foto berikut ini untuk melihat ciri-ciri fisik tanaman mengkudu:

Buah mengkudu
Bunga mengkudu
Pohon mengkudu

Manfaat Mengkudu
Berikut ini beberapa manfaat mengkudu, terutama untuk kesehatan:

1. Menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah
Tumbuk atau parut 2 buah mengkudu yang sudah hampir masak, tambahkan dua sendok air, peras, lalu saring. Minum air hasil penyaringannya dengan tambahan madu.

2. Menambah daya tahan tubuh
Bagian mengkudu yang digunakan adalah buah dan bijinya. Kita dapat menggunakan mengkudu kering ataupun segar. 

Jika ingin menggunakan mengkudu segar, pilihlah mengkudu yang sudah masak. Haluskan buah masak dengan sendok, saring airnya, lalu minum satu sendok per-hari.

3. Menguatkan akar rambut
Untuk menguatkan akar rambut, gunakan buah mengkudu masak. Cara mengeluarkan sari buah, sama dengan poin nomor 2.

4. Menurunkan kadar gula darah
Gunakan bagian daun dari mengkudu untuk menurunkan kadar gula darah. Pilih daun yang masih muda, kukus bersama nasi, lalu makan sebagai lalap.

5. Mengobati sariawan
Gunakan buang mengkudu masak untuk mengobati sariawan. Cara pengolahannya sama dengan poin 1.

6. Menghilangkan ketombe
Gunakan air dari buah mengkudu masak untuk mengobati ketombe. Oleskan pada kulit kepala, diamkan selama 30 menit lalu bilas dengan air.

7. Mengobati batuk
Bagian yang digunakan adalah buahnya yang sudah hampir masak.

8. Melembutkan kulit
Bagian yang digunakan adalah air perasan buah yang sudah masak. Oleskan pada kulit, diamkan 15-30 menit, lalu bilas dengan air bersih.

9. Bahan campuran rujak tumbuk
Selain digunakan sebagai obat, buah mengkudu tua yang masih keras juga dapat diolah menjadi makanan, yaitu sebagai campuran bahan rujak tumbuk. Penambahan mengkudu akan membuat rujak lebih aman bagi lambung yang sensitif.

Demikian catatan kecil tentang manfaat mengkudu. Jika artikel ini bermanfaat, silakan klik tombol like dan share.

 

 

Tanaman Kecombrang dan Manfaatnya

Kecombrang adalah sejenis tanaman bumbu yang karakteristik daun dan batangnya mirip dengan lengkuas, namun ukurannya jauh lebih besar dan juga lebih tinggi. Kecombrang memiliki aroma yang khas, yang dapat membuatnya berbeda dengan aroma tanaman bumbu lainnya.

Bunga kecombrang
Daun kecombrang

Bagian tanaman kecombrang yang paling banyak digunakan adalah bunga dan bagian dalam dari batangnya. Tetapi, rimpangnya pun dapat digunakan untuk memasak jika tanaman sedang tidak berbunga.

Ciri Morfologis Kecombrang

Foto berikut ini semoga membantu lebih banyak untuk mengenal ciri-ciri fisik tanaman kecombrang:

Manfaat Kecombrang

  1. Bahan baku masakan sekaligus bumbu masak.
  2. Bahan baku herbal untuk mengobati batuk dan menurunkan kolesterol.
  3. Menambah nafsu makan.
  4. Bunga potong.

tumis bunga pepaya & kecombrang

Sebagai bahan masakan, kecombrang biasa dibuat menjadi sambal, bumbu sayur lodeh, dan campuran tumis sayuran. Salah satu kombinasi yang lezat dengan bahan baku kecombrang adalah bunga pepaya. Tumis bunga pepaya menjadi lebih istimewa dengan campuran kecombrang. Dijamin, nafsu makan akan bertambah dengan menu tersebut.

Sebagai obat batuk, bagian tanaman kecombrang yang digunakan adalah bunganya. Kukus/bakar bunga kecombrang hingga layu, lalu memarkan. Seduh bunga dengan setengah gelas air, kemudian saring airnya. Minum dua kali sehari.

Mengonsumsi kecombrang sebagai sambal atau masakan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Dengan catatan, bumbu lainnya juga tidak memicu naiknya kolesterol.

Selain digunakan sebagai makanan dan obat, kecombrang juga dapat dijadikan bahan baku bunga potong untuk menghias ruangan.

Artikel ini bermanfaat? Silakan klik tombol like dan share di bawah tulisan.

Murbei dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Murbei sering disebut juga dengan nama babasaran. Dalam bahasa Inggris murbei disebut sebagai kelompok mulberry. Tumbuhan ini tergolong ke dalam keluarga Moraceae.

Ciri Morfologis Murbei
Murbei termasuk kelompok tumbuhan perdu menahun. Daunnya mirip daun bunga sepatu. Cabang dan rantingnya tidak berduri. Tetapi, beberapa orang sering tertukar mengidentifikasi murbei sebagai arbei atau arben.

Lihatlah beberapa dokumentasi foto berikut ini untuk mengenal penampakan fisik tumbuhan murbei lebih dekat.

buah murbei setengah masak
daun murbei
buah murbei muda

Manfaat Murbei
Tumbuhan murbei memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, di antaranya sebagai berikut:
1. Daunnya dapat digunakan sebagai obat luka, borok, dan pembersih darah.

Untuk luka atau borok, daun dapat dilayukan, lalu remas-remas/haluskan sampai menjadi pasta dan campur dengan minyak kelapa. Tempelkan pasta daun murbei pada luka/borok.

Untuk pembersih darah dan radang kulit, rebus segenggam daun murbei dengan 2 gelas air, hingga tersisa satu gelas. Minum setelah suhu rebusan hangat. Minum secara rutin sekali dalam sehari.

2. Rantingnya dapat digunakan sebagai obat rematik.

Potong-potong ranting tanaman murbei lalu jemur. Rebus sebanyak 15 gram ranting kering murbei dengan 3 gelas air, hingga tersisa 1 gelas, lalu minum setelah suhu air hangat.

3. Buahnya dapat digunakan sebagai bahan terapi hepatitis, kurang darah, dan hipertensi.

Blender 10 buah murbei segar dengan campuran segelas air, lalu minum sekaligus. Lakukan rutin 2x sehari dengan dosis yang sama.

Manfaat murbei, sangat banyak , bukan? Tanamlah di pekarangan. Kita bisa menanamnya di lahan maupun di dalam pot. Murbei dapat diperbanyak dengan cara setek.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat, silakan klik like atau share pada ikon media sosial di bawah tulisan.

Buku Cara Menanam Pepaya Calina/California

Pepaya calina/california dapat ditanam dengan mudah di pekarangan rumah maupun di dalam pot. Bisa dibayangkan, memang akan lebih efisien jika kita memiliki tanaman buah sendiri di pekarangan. Terlebih lagi tanaman pepaya, hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan sebagai makanan maupun obat.

Bagaimana cara menanam pepaya di pekarangan

Dapatkan informasinya di dalam buku, “Aku Bisa Bercocok Tanam Pepaya”. Buku ini sebenarnya ditujukan bagi anak-anak dan remaja, tetapi secara umum dapat digunakan oleh semua usia.

Hal paling menarik dari buku ini adalah setiap tahapan dijelaskan dengan ilustrasi foto dengan kualitas yang baik. Anda dan anak-anak akan betah membaca tutorialnya.

Di dalam buku ini juga terdapat tutorial cara mencangkok pepaya dan memanen getah untuk dibuat menjadi papain. Selain itu, diberikan satu resep untuk mengolah pepaya menjadi makanan camilan.

Tertarik memesan buku ini?
Harga= Rp. 29.000 (belum termasuk ongkos kirim)
KLIK di SINI untuk memesan via WA.

Judul lain dari seri buku di atas dapat dilihat di sini: https://tamanlestari.com/cara-menanam-stroberi-strawberry/

 

Tiga Jenis Tanaman Cincau Hijau

Siapa yang tak kenal cincau, makanan berupa gel  yang dapat dicampur dengan gula atau sirup. Warna cincau ada hijau dan ada yang hitam. Makanan ini dihasilkan dari proses pengendapan beberapa jenis tanaman  yang mengandung karbohidrat pengikat molekul air.

 

Cincau sirup semangka

Istilah cincau sendiri ternyata berasal dari bahasa Mandarin, yaitu xiancao yang artinya agar-agar. Tulisan kali ini akan membahas  tiga jenis tanaman  cincau hijau. Bagaimana bentuknya? Yuk, lihat foto-foto di bawah ini!

Cincau Minyak
Cincau minyak tumbuh dengan cara merambat. Jika kita ingin menanamnya, pastikan kita telah menyiapkan rambatan. Beberapa orang memanfaatkan pagar untuk tempat rambatan cincau minyak

Cincau minyak

Ciri lain cincau minyak adalah daunnya yang licin mengkilap. Daun cincau minyak yang sudah tua agak liat jika diolah manual dengan tangan. Oleh karena itu, akan lebih efektif jika kita menggunakan blender atau penumbuk untuk menghaluskannya sebelum disaring.

Cincau Bulu/Cincau Hati
Cincau bulu juga merambat seperti cincau minyak. Bedanya, daun cincau bulu lebih lebar dan besar, serta tekstur daun berbulu/berambut halus. Bentuk daunnya seperti jantung.

Cincau Hati

Cincau Perdu/Pohon
Seperti namanya, cincau perdu berbentuk pohon/perdu yang memiliki batang yang mengayu. Ukuran daun lebih besar dan panjang. Tanaman ini biasanya dipangkas jika daunnya dipanen sebagai bahan cincau. Setelah pemangkasan, tunas dan daun baru akan tumbuh lagi lebih banyak.

Cincau perdu/pohon

Nah, itulah tiga jenis tanaman cincau hijau. Semoga menambah wawasan. Jika artikel ini bermanfaat, silakan klik like dan share pada ikon media sosial di bawah ini.

Infused Oil, Alternatif Essential Oil

Sekarang sedang populer istilah infused oil. Varian produknya bermacam-macam dan sebagian di antara produk yang beredar di pasaran merupakan produk impor. Apa sih sebenarnya infused oil?

Infused oil adalah minyak yang di dalamnya terkandung sari-sari tumbuhan yang bermanfaat. Tumbuhan yang dijadikan bahan baku, biasanya memenuhi minimal 3 kriteria: memiliki aroma yang wangi sehingga dapat dijadikan bahan aroma therapy, memiliki khasiat obat, dan dapat dikonsumsi sebagai bumbu atau penambah rasa makanan.

Apa manfaat infused oil?
Manfaat khusus infused oil tergantung dari jenis tumbuhan yang menjadi bahan bakunya. Jika bahan baku berupa bunga atau daun yang mengandung wewangian, infused oil biasanya digunakan untuk aroma therapy atau pelembab dan pengharum  kulit. Sementara itu, jika jenis tumbuhan yang diinfus berguna sebagai obat, maka si minyak dapat digunakan sebagai obat. Contohnya: minyak jahe untuk mengobati nyeri otot dan dapat diminum untuk mengurangi gejala masuk angin.

Selain untuk wewangian dan obat, infused oil juga dapat diperoleh dengan memanfaatkan bahan-bahan bumbu, baik rempah-rempah maupun sayuran kering. Bagi para penyuka kuliner mungkin tak asing dengan minyak cabai. Minyak ini dapat digunakan untuk membuat masakan berbahan mie ataupun  sayuran. Proses pembuatannya juga menggunakan teknik infus.

Bagaimana cara membuat infused oil?
Bahan utama infused oil adalah minyak (sebagai perantara keluarnya sari tumbuhan) dan tumbuhan yang akan diambil sari-sarinya. Minyak yang biasa digunakan sebagai perantara (carrier oil) di antaranya minyak zaitun, minyak kelapa, minyak sawit, dan minyak biji anggur.

Cara pembuatan infused oil sebenarnya sangat mudah. Setiap orang dapat membuatnya sendiri di rumah. Persoalannya  hanya pada masalah bahan baku. Tidak semua orang dapat dengan mudah memperoleh bahan baku tumbuhan. Detail teknik penginfusan akan dibahas pada artikel berikutnya.

Apa bedanya infused oil dan essential oil?
Sari-sari tumbuhan pada infused oil biasanya tidak sepekat seperti essential oil. Cara pembuatannya juga berbeda. Essential oil diperoleh melalui proses distilasi (penyulingan) atau fermentasi dengan mencampurkan bahan lain. Ekstrak tumbuhan yang dihasilkan sangan pekat.

Karena essential oil merupakan ekstrak pekat, untuk memperoleh 5 ml saja diperlukan tumbuhan yang sangat banyak. Oleh karena itu, essential oil biasanya dihargai lebih mahal dibandingkan infused oil. Bagi yang penasaran mencoba essential oil, dapat mencoba produk  beraroma lavender dari YAGI Natural.

 

 

Mengatasi Pusing dan Kekurangan Nutrisi Saat Ramadhan

Akhir-akhir ini mulai sering muncul gejala pusing sehabis berbuka, sehingga tak bisa lama-lama baca Quran, bawaannya ingin tidur lebih awal. Setelah mencoba menganalisis penyebabnya, tampaknya berhenti minum jus menjadi salah satu penyebab. Kebetulan, jenis makanan yang saya sajikan selama dua minggu terakhir di rumah, tanpa sadar hanya berupa makanan yang sudah dimasak dan buah-buahan yang dimakan dalam porsi kecil. Akibatnya, nutrisi yang diterima tubuh bisa dikatakan sangat minim, terutama untuk unsur vitamin dan mineral. Sementara itu, jika ditopang dengan minum jus, minimal asupan vitamin lebih terjaga karena jus tidak melewati proses pemanasan dan jumlah buah/sayur yang diekstrak bisa jauh lebih banyak.

Alasan saya berhenti bikin jus sebenarnya klise sih, karena tidak sempat atau karena kekenyangan. Padahal inti masalahnya terletak pada manajemen saja. Kalau memang diniatkan, minum jus bisa dilakukan saat berbuka setelah minum air putih, sebelum tidur, atau sebelum makan sahur. Tipe jus juga cukup jus saring supaya perut tidak kekenyangan.

Nah, setelah saya mencoba memulainya lagi, terasa ada kemajuan. Gejala pusing sehabis sahur juga berkurang jauh. Bagi teman-teman yang memiliki masalah yang sama dengan saya, mungkin bia mencobanya juga, supaya kita lebih segar dan bisa mengisi Ramadhan lebih optimal dengan kegiatan yang bermanfaat.

BEBERAPA IDE KOMBINASI JUS (TANPA GULA)

1. Mentimun + apel malang putih (manalagi)
2. Wortel + tomat + apel malang putih (manalagi)
3. Tomat + apel malang putih (manalagi)
4. Mentimun + pakchoy + apel malang putih (manalagi)
5. Buah naga + pisang

Jika ingin terasa lebih manis, bisa ditambahkan madu. Semua kombinasi jus di atas bisa disaring, kecuali kombinasi nomor 5. Minum minimal 1x (saat sahur atau saat berbuka).

Semoga bermanfaat.
=========================
Ilustrasi: dibuat dengan INKSCAPE

Menanam Selada dengan Teknik Hidroponik Siram

Teknik bertanam secara hidroponik yang paling populer saat ini adalah menggunakan sumbu dan netpot, dengan metode rakit apung. Hal itu memang lebih praktis, karena kita tidak perlu terlalu sering menyiram. Kelemahannya, bak air terkadang menjadi sarang berkembangnya jentik nyamuk. Jika tidak telaten memngawasi, dalam 3 atau hari saja, jentik nyamuk akan berkembang biak di dalam bak.

Oleh karena itu, untuk menghindari masalah di atas dan juga agar sarana bertanam lebih efisien, dapat juga kita memilih teknik hidroponik siram. Meskipun kita masih perlu melakukan penyiraman, namun frekuensinya tidak harus setiap hari, melainkan cukup 3-4 hari sekali. Anggap saja sebagai sebuah kegiatan rutin yang sekaligus menjadi kesempatan untuk mengawasi pertumbuhan tanaman.

 

 

TAHAPAN MENANAM

Alat dan bahan yang perlu disediakan:

  • sekam bakar/arang sekam
  • benih sayuran
  • wadah tanam berupa: polybag/pot/baskom plastik
  • baki/nampan persegi
  • nutrisi hidroponik
  • sendok/gelas takar
  • gembor penyiram
  • ember untuk menyimpan larutan nutrisi

Langkah-langkah penanaman

  1. Tuangkan arang sekam ke dalam sebuah wadah cukup besar.
  2. Siram arang sekam menggunakan air biasa atau bisa juga menggunakan air nutrisi dengan perbandingan 1 liter air:3 ml nutrisi.
  3. Aduk sekam hingga basahnya merata.
  4. Isi pot/polybag dengan arang sekam sampai cukup penuh
  5. Tanam 2-3 butir benih selada di dalam pot.
  6. Tutup benih dengan satu lapis arang sekam.
  7. Siram benih dengan sedikit larutan nutrisi dengan perbandingan yang tertera pada tahapan nomor 2.
  8. Letakkan pot yang sudah berisi benih selada di dalam baki penampung berbentuk persegi atau bundar, sehingga mudah nantinya untuk dipindahkan dan air sisa penyiraman juga tidak terbuang.
  9. Simpan semuanya di tempat teduh.
  10. Kita dapat melakukan penyiraman kembali setelah 2-3 hari agar benih tidak terlalu berair.
  11. Setelah tanaman selada tumbuh berdaun dua, pindahkan lokasi penyimpanan pot tanaman ke tempat yang mendapat cahaya matahari tak langsung. Jika tidak tersedia lokasi yang cocok, misalnya justru cahaya matahari terlalu terik, kita dapat menggunakan polinet berwarna putih untuk menutup pot. Letakkan sedemikian rupa, sehingga cahaya matahari langsung bisa tersaring oleh jaring.
  12. Lakukan penyiraman kurang lebih 3-4 hari sekali tergantung kondisi suhu di daerah masing-masing. Jika suhunya cukup panas, bisa jadi tanaman sudah membutuhkan penyiraman setiap  2 atau 3 hari. Perbandingan larutan nutrisi setelah tanaman berdaun dua adalah 1 liter air:5 ml pekatan nutrisi.
  13. Setelah tanaman makin besar, perbandingan larutan nutrisi dapat ditambah menjadi: 1 liter air: 7 ml pekatan nutrisi hingga panen.

Tutorial ini diberikan, dengan asumsi bahwa pembaca sudah mengetahui cara mencampur pekatan nutrisi. Jika Anda masih sangat pemula dan belum mengetahui cara pencampuran pekatan nutrisi, silakan memberikan tanggapan pada kolom komentar. Salam Tanam.