Melanjutkan pembahasan tentang infused oil yang saya tulis di sini, kali ini saya akan berbagi tentang cara pembuatannya. Namun sebelum memasuki tema itu, sedikit perlu saya bercerita, apa sebenarnya tujuan membuat infused oil?

1. Memanfaatkan Kelebihan Panen
Khusus bagi mereka yang suka menanam di rumah, kelebihan hasil panen kadang-kadang sering terbuang, dan jika tidak dipanen juga menyebabkan tanaman terlalu rimbun. Daun sirih misalnya, jika dibiarkan terus tumbuh, daunnya akan mengecil, kusam, dan batangnya pun menjadi lapuk. Namun jika dipanen dan tidak dijual, lantas untuk apa? Paling-paling hanya akan masuk ke tempat sampah. Tentu sayang, bukan? Oleh karena itu, pengetahuan tentang cara mengolah tumbuhan menjadi “produk” yang lebih awet, menjadi penting.

2. Simpanan Obat/Kosmetika
Tanaman yang kita olah menjadi infused oil dapat menjadi cadangan yang berharga untuk kebutuhan keluarga. Beberapa produk komersial yang sebelumnya harus dibeli dengan anggaran tertentu, dapat dipenuhi oleh stok infused oil yang kita buat. Mau tahu apa saja contohnya?

  • infused oil sereh, rosemary, dan lavender: dapat digunakan untuk pengganti lotion anti nyamuk dan minyak urut (bagi yang suka diurut).
  • infused oil sirih: dapat digunakan sebagai pengganti bedak anti gatal.
  • infused oil mawar dan aneka bunga wangi lainnya: dapat digunakan sebagai pengganti lotion penghalus kulit, parfum, dan bahan pembuat sabun alami.
  • infused oil jahe: dapat digunakan sebagai pengganti minyak gosok anti pegal atau diminum sebagai obat batuk.
  • infused oil lengkuas: dapat digunakan sebagai obat memar
  • dll

3. Menjadi Produk Komersial
Produk berbahan alami, tanpa pengawet sintetis sekarang makin diminati. Tentu saja hal itu dipicu oleh makin banyaknya orang yang menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan. Infused oil yang kita buat dapat dijual minimal kepada tetangga atau teman.

Ketiga hal di atas, saya kira sudah cukupĀ  bagus sebagai alasan untuk memulai. Lalu bagaimana cara membuatnya? Mohon tunggu bagian ke-2.