Category Archives: Hidroponik

Menanam Bunga Kol Hidroponik

Salah satu keunggulan bertanam dengan teknik hidroponik memang terletak pada fleksibilitasnya. Seorang “petani” tidak mesti harus memiliki lahan luas untuk menanam berbagai sayuran. Salah satu jenis sayuran yang bisa dicoba adalah bunga kol (cauliflower). Bermodalkan wadah tanam berupa pipa PVC 3″ yang dirangkai menjadi rangkaian DFT, bunga kol bisa tumbuh baik dan berbunga.

bungakol

Cara menanam tak beda dengan teknik bertanam konvensional. Biji disemai dulu. Setelah tumbuh 4 daun, barulah bibit dipindahkan ke wadah tanam tetapnya.

Nutrisi hidroponik yang diberikan menggunakan ukuran perbandingan:
– 5 ml: 1 liter air pada dua minggu pertama,
– 7 ml:1 liter air pada minggu ke-3 dan ke-4
– 8-9 ml: 1 liter pada minggu ke-5 hingga sekarang sampai panen.

Cara Menanam Bawang Merah Hidroponik Di Dalam Polybag

eksperimenbawangBenih

Benih yang digunakan berupa umbi. Untuk hasil maksimal, berat umbi minimal 5 gram per-umbi dan kulit umbinya kering. Dengan kata lain, hindari menggunakan bawang yang terlalu mungil sebagai bibitSaya sudah membuktikan perbedaannya.

 Media tanam

Sekam bakar  + cocopeat  (serbuk sabut kelapa) dengan perbandingan 10:1 atau bisa juga 80% : 20%.
Jika alat takar yang kita gunakan berupa ember kecil misalnya, perbandingan takaran itu berarti= 10 ember kecil arang sekam : 1 ember kecil cocopeat.

Fungsi cocopeat adalah sebagai pengikat air agar nutrisi yang disiramkan tidak langsung limpas ke dasar polybag. Mengapa hanya 1 bagian? Karena cocopeat yang terlalu banyak bisa menyebabkan media tanam keseluruhan menjadi terlalu asam, sehingga buruk bagi pertumbuhan tanaman.

Wadah Tanam

Gunakan polybag ukuran 25 cm. Kelebihan polybag: murah, dan sudah ada pori-pori di bagian bawah maupun sampingnya. Pori-pori ini baik untuk memasok oksigen ke akar.

Nutrisi Hidroponik

Nutrisi Hidroponik Sayuran Umbi

Untuk hasil optimal, sebaiknya gunakan Nutrisi Hidroponik Sayuran Umbi. Namun 4 minggu pertama bisa gunakan nutrisi hidroponik sayuran daun dengan perbandingan:
– 2 minggu pertama=> nutrisi:air biasa= 5ml : 1 liter
– 4 minggu berikutnya => naikkan kepekatan nutrisi= 7ml:1 liter

Jika tidak ingin menggunakan nutrisi AB mix, saya rekomendasikan memakai POC (pupuk organik cair) buatan sendiri yang banyak mengandung unsur N (Nitrogen) untuk membantu pertumbuhan daun dan unsur P (fosfor) untuk perakaran.

*Cara pembuatan POC menyusul dalam tutorial berikutnya ya 🙂

Sesudah 1,5 bulan, saya ganti nutrisi dengan bahan organik, yaitu:
– EM4. Perbandingan dengan air biasa=20 ml :1 liter
– POC dari pupuk kandang + sabut kelapa + EM4 + gula pasir

Kedua jenis nutrisi ini saya gunakan berselang-seling, tidak digabung.

 

Cara Menanam

Cara 1:
– Umbi bawang disemai dulu di atas tray semai atau sejenisnya. Media arang sekam. Untuk mengganti tray semai plastik, bisa kita gunakan bekas karton telur.
– Sebelum disemai, ada baiknya ujung atas bawang dipotong sedikit agar merangsang pertumbuhan daun.
– Penyemaian dilakukan dengan terlebih dulu menyiram seluruh permukaan media tanam, baru sesudahnya letakkan umbi bawang.

Dalam 3 hari, akar bawang yang berwarna putih biasanya sudah muncul di pangkal umbi, dan makin lama akan semakin banyak.

Umbi bawang mulai tumbuh dalam semaian. (Foto: Maya A.P/Taman Lestari)

Umbi bawang mulai tumbuh dalam semaian. (Foto: Maya A.P/Taman Lestari)

Jangan lupa untuk menyirami semaian 1 atau 2 kali sehari, tergantung kelembapan udara di daerah masing-masing.

Setelah daun muncul, ambil umbi menggunakan stik es krim atau yang serupa, tepat di sisi media tanam. Seluruh akar dan media tanam harus terangkat semua.

– Tanam bibit di polybag yang sudah diisi campuran arang sekam dan cocopeat.
– Untuk hasil yang maksimal, dianjurkan untuk membenamkan seluruh bagian umbi, sehingga yang terlihat hanya pangkal hingga ujung daun.
– Letakkan polybag di tempat yang teduh selama 1 minggu. Selanjutnya pindahkan ke tempat yang terkena cahaya matahari minimal 8 jam.

– Penyiraman nutrisi dilakukan antara 1-2 kali sehari, tergantung cuaca. Jika panasnya cukup terik, siramlah 2 kali.

 

 

Cara 2
– Umbi bawang tidak disemai dulu tapi tetap bisa dilakukan pemotongan ujung umbi.
– Tanam umbi di polybag sama seperti cara 1, namun umbi belum berdaun.
– Siram umbi bawang dengan air biasa sampai daunnya keluar.
– Ganti cairan untuk penyiraman dengan nutrisi hidroponik sesudah itu. Silakan baca kembali tahapan yag dijelaskan dalam sub tema pupuk.

Masa Panen

menanambawangmera

Hasil panen bawang hidroponik dari polybag. (Foto: Maya A.P/TamanLestari)

Masa panen bawang merah antara 70-100 hari , ditandai dengan daun bawang yang terlihat rebah dan warna mulai agak kekuning-kuningan.

Di daerah panas, bawang bisa dipanen antara 70-80 hari, sementara di daerah bersuhu dingin butuh waktu lebih lama.Video CARA MENANAM BAWANG MERAH HIDROPONIK dilihat di SINI.

Hidroponik Selada “Romaine Ballon”

Beberapa waktu lalu saya sudah mencoba menanam sawi secara hidroponik. Bak nutrisinya wadah plastik segiempat, dan penutupnya dari styrofoam. Selama hama belum mampir, alhamdulillah subur dan bisa dipanen. Setelah musim penghujan datang, memang ada sedikit masalah dalam hidroponik. Perlu bersabar dulu untuk menanam lagi.

sawi8-300x270

Nah, karena saya sudah menyemai selada romaine di rockwool sebelum musim hujan, akhirnya saya coba beranikan diri untuk berhidroponik lagi. Kali ini saya menggunakan pipa PVC 3″ yang dirangkai sendiri secara sederhana.

Awalnya, pertumbuhan selada kurang bagus, bahkan saya sangsi mereka akan kuat bertahan. Namun setelah hampir dua minggu ternyata mereka berhasil melewati fase adaptasi cuaca. Alhamdulillah, daunnya mulai melebar dan meninggi. Kesimpulan sementara dari pengalaman itu, khusuromain-300x200s untuk musim hujan, teknik menanam secara hidroponik harus dilakukan dengan naungan, sehingga tidak terciprat air hujan terlalu banyak.