Menanam Bawang Merah Hidroponik Di Dalam Polybag

eksperimenbawangBenih
Benih yang digunakan berupa umbi. Untuk hasil maksimal, berat umbi minimal 5 gram per-umbi dan kulit umbinya kering. Dengan kata lain, hindari menggunakan bawang yang mungil-mungil sebagai bibitSaya sudah membuktikan perbedaannya.
Media tanam
Arang sekam atau sekam bakar (10 bagian) + cocopeat (1 bagian).
Jika alat takar yang kita gunakan berupa ember kecil misalnya, perbandingan takaran itu berarti: 10 ember kecil arang sekam : 1 ember kecil cocopeatFungsi cocopeat: sebagai pengikat air agar nutrisi yang disiramkan tidak langsung limpas ke dasar polybag. Mengapa hanya 1 bagian? Karena cocopeat yang terlalu banyak bisa menyebabkan media tanam keseluruhan menjadi terlalu asam, sehingga buruk bagi pertumbuhan tanaman.

Wadah Tanam
Saya gunakan polybag ukuran 25 cm.
Kelebihan polybag: murah, dan sudah ada pori-pori di bagian bawah maupun sampingnya. Pori-pori ini baik untuk memasok oksigen ke akar.

Pupuk atau nutrisi
Selama 1,5 bulan pertama saya gunakan nutrisi hidroponik AB mix sayuran daun dengan perbandingan:
– 2 minggu pertama=> nutrisi:air biasa= 5ml :1000 ml (1 liter)
– 4 minggu berikutnya => naikkan kepekatan nutrisi= 7ml:1 liter

Jika tidak ingin menggunakan nutrisi AB mix, saya rekomendasikan memakai POC (pupuk organik cair) buatan sendiri yang banyak mengandung unsur N (Nitrogen) untuk membantu pertumbuhan daun dan unsur P (fosfor) untuk perakaran.

*Cara pembuatan POC menyusul dalam tutorial berikutnya ya 🙂

Sesudah 1,5 bulan, saya ganti nutrisi dengan bahan organik, yaitu:
– EM4. Perbandingan dengan air biasa=20 ml :1 liter
– POC dari pupuk kandang + sabut kelapa + EM4 + gula pasir

Kedua jenis nutrisi ini saya gunakan berselang-seling, tidak digabung.

*EM-4 bisa dibeli di toko pertanian. Aromanya khas, mirip tape. Biasanya dijual dalam botol ukuran 1 liter. Harga= Rp.16.500- Rp.20.000.

Cara Menanam
Cara 1:
– Umbi bawang disemai dulu di atas tray semai atau sejenisnya. Media arang sekam. Untuk mengganti tray semai plastik, bisa kita gunakan bekas karton telur.

– Sebelum disemai, ada baiknya ujung atas bawang dipotong sedikit agar merangsang pertumbuhan daun.

– Penyemaian dilakukan dengan terlebih dulu menyiram seluruh permukaan media tanam, baru sesudahnya letakkan umbi bawang.

Dalam 3 hari, akar bawang yang berwarna putih biasanya sudah muncul di pangkal umbi, dan makin lama akan semakin banyak.

– Jangan lupa untuk menyirami semaian 1 atau 2 kali sehari, tergantung kelembapan udara di daerah masing-masing.

– Setelah daun muncul, ambil umbi menggunakan stik es krim atau yang serupa, tepat di sisi media tanam. Seluruh akar dan media tanam harus terangkat semua.

– Tanam bibit di polybag yang sudah diisi campuran arang sekam dan cocopeat.
– Untuk hasil yang maksimal, dianjurkan untuk membenamkan seluruh bagian umbi, sehingga yang terlihat hanya pangkal hingga ujung daun.
– Letakkan polybag di tempat yang teduh selama 1 minggu. Selanjutnya pindahkan ke tempat yang terkena cahaya matahari minimal 8 jam.

– Penyiraman nutrisi dilakukan antara 1-2 kali sehari, tergantung cuaca. Jika panasnya cukup terik, siramlah 2 kali.

Cara 2
– Umbi bawang tidak disemai dulu tapi tetap bisa dilakukan pemotongan ujung umbi.
– Tanam umbi di polybag sama seperti cara 1, namun umbi belum berdaun.
– Siram umbi bawang dengan air biasa sampai daunnya keluar.
– Ganti cairan untuk penyiraman dengan nutrisi hidroponik sesudah itu. Silakan baca kembali tahapan yag dijelaskan dalam sub tema pupuk.

Masa panen bawang merah antara 70-100 hari , ditandai dengan daun bawang yang terlihat rebah.


Di daerah panas, bawang bisa dipanen antara 70-80 hari, sementara di daerah bersuhu dingin butuh waktu lebih lama.