Kolam Terpal Rangka Kayu Bekas

Ketahanan pangan keluarga bisa diusahakan sendiri sesuai kadar potensi masing-masing. Bentuk ketahanan tidak mesti dalam bentuk kemampuan finansial untuk membeli bahan makanan, namun berupa kemauan memproduksi bahan makanan sendiri. Walaupun sering diberitakan bahwa penghasilan petani sebenarnya tak seberapa, namun jauh lebih banyak keluarga kelas menengah ke bawah yang juga berpendapatan rendah. Harga-harga bahan kebutuhan pokok yang melonjak, membuat jumlah pembelanjaan bahan makanan ditekan agar penghasilan mencukupi.

kolamterpalSelain menanam sayur dan beternak unggas, pilihan lain untuk menambah “income” nonuang adalah kolam ikan. Namun karena kebanyakan lahan pekarangan keluarga kini tak bisa seluas dulu, saat jumlah penduduk masih sedikit, maka bisa kita gunakan kolam mini yang dibuat dari terpal. Rangkanya bisa kita pilih dari kayu bekas, bambu, besi, atau pipa pvc. Tapi besi dan pipa relatif mahal. Karena itu, akan lebih efisien jika kita memanfaatkan limbah kayu sebagai rangka.

Ini merupakan percobaan ke-3, setelah 2 kali percobaan belum berhasil.Kesalahan yang terjadi sebelumnya, kolam langsung “ditanami” ikan setelah diberi air. Akibatnya, ikan menjadi stress lalu mati. Padahal sebaiknya, selama 1-2 minggu kolam dibiarkan kosong sampai tumbuh lumut, sehingga tercipta habitat alami untuk ikan. Mudah-mudahan kali ini ada kemajuan.
Kabar baiknya, sekalipun gagal, ikan tetap bisa dimakan. 😀